Banda Aceh ( Inforakyataceh ) Rabu 7-5-2025 Massa aksi yang menamakan diri Gerakan Rakyat Menggugat ( GRAM ), gabungan dari mahasiswa Universitas Islam Negeri UIN Ar-Raniry dan Universitas Muhammadiyah Aceh, kembali berunjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh .
Aksi tersebut kembali dilakukan lantaran sudah dua kali mereka gagal menemui Zulfadhli, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh untuk menyampaikan aspirasinya.
Kami, kata Misbah sebagai koordinator Aksi, para mahasiswa yang ikut demo kembali lagi ke sini karena sudah tiga kali tidak direspons oleh Ketua DPRA.
Dalam aksinya, kata Misbah lagi ,massa aksi menuntut agar anggota DPRA dapat segera mengevaluasi dana otsus khusus ( Otsus ), yang akan berakhir 2027 mendatang.
Ini bukan saja tentang perpanjangan ataupun pemberhentian dana otsus, tapi kami minta evaluasi secara keseluruhan, termasuk menyangkut plot untuk masyarakat ini berapa persen, tutur Misbah.
Jika dana otonomi khusus benar-benar berakhir, maka anggota dewan diminta menjelaskan bagaimana pembangunan Aceh tetap berjalan, tutur Misbah lagi.
Ada dana Otsus saja kita susah, apalagi jika tidak ada, sebut Misbah. Selain itu, massa aksi juga mendesak anggota dewan untuk mengevaluasi BPKS serta mengawasi janji Pemerintah Aceh atas kerusakan lingkungan dan jalan akibat Proyek Strategis Nasional di Tangse.
Kami minta realisasi segera, dalam empat hari ke depan tuntutan ini harus direalisasi, sebut Mishbah.












