Banda Aceh (Inforakyataceh) Pemerintah Aceh memastikan ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai wilayah tetap aman meski provinsi tersebut tengah dilanda bencana banjir dan gempa bumi dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, S.T., M.Si., didampingi Kabid Minyak dan Gas Bumi, Dian Budi Dharma, S.T., M.T., menyampaikan imbauan tersebut menyusul arahan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, serta hasil koordinasi dengan SAM Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori.
“Kami mengimbau masyarakat khususnya di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Sabang, dan Simeulue agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Stok BBM Insya Allah aman,” ujar Taufik, Senin (01/12).
Ia memastikan fasilitas penyimpanan dan distribusi seperti Fuel Terminal (FT) Krueng Raya, FT Meulaboh, FT Simeulue, dan FT Sabang beserta armada transportasinya dalam kondisi aman dan tidak terdampak bencana.
Taufik juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM tanpa izin, terlebih untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Penimbunan BBM ilegal adalah pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi tegas,” tegasnya.
Sementara itu, wilayah Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Singkil, Subulussalam, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues masih dalam tahap pemulihan sistem distribusi akibat dampak bencana.
Distribusi LPG Dipercepat Lewat Jalur Laut
Selain memastikan pasokan BBM, Pemerintah Aceh juga bergerak mempercepat distribusi LPG. Ketersediaan diperkirakan kembali normal dalam beberapa hari mendatang di wilayah Banda Aceh, Pidie, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan.
Hambatan distribusi terjadi karena terputusnya akses darat pada sejumlah titik, terutama akibat kerusakan jembatan di Bireuen dan Pidie Jaya.
Untuk mengatasi hal itu, distribusi sementara dialihkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe menuju Pelabuhan Krueng Raya, Aceh Besar.
“Saat ini kapal pengangkut LPG dalam perjalanan dari Batam menuju Lhokseumawe untuk mengisi muatan sebelum kembali berlayar ke Pelabuhan Krueng Raya. Truk-truk pengangkut LPG juga sudah standby menunggu proses bongkar muatan,” jelas Taufik.
Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebihan, dan memberi waktu agar proses distribusi dapat berjalan optimal.
“Kami mohon kesabaran masyarakat serta doa agar distribusi energi dapat kembali normal,” tutupnya.











