Peduli Pascabencana, Menwa UIN Ar-Raniry Rehabilitasi Masjid dan Sekolah di Karang Baru

BANDA ACEH43 Dilihat

UIN AR-RANIRY (Inforakyataceh) Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 102 Rencong Sakti UIN Ar-Raniry melakukan aksi pembersihan dan rehabilitasi sejumlah masjid serta fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipusatkan di Kecamatan Karang Baru, yang merupakan salah satu wilayah terdampak terparah. Program ini berlangsung selama satu bulan, mulai 13 Desember 2025 hingga 13 Januari 2026.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, saat melepas keberangkatan tim relawan, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi.

Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat. Kehadiran Menwa di lokasi bencana dinilai sebagai bentuk nyata pengabdian dan nilai kemanusiaan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemulihan fasilitas umum, khususnya rumah ibadah dan sekolah, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Menwa Batalyon 102 Rencong Sakti UIN Ar-Raniry, Genta Vega DR, menyampaikan bahwa kegiatan difokuskan pada rehabilitasi dua masjid serta sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Selain itu, rehabilitasi dayah juga direncanakan apabila kondisi di lapangan memungkinkan. Untuk tahap awal, pembersihan dan rehabilitasi Masjid Nurhasanah telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan ke salah satu SD di wilayah Karang Baru.

Selain kerja bakti pembersihan, tim relawan juga menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai serta obat-obatan yang diamanahkan oleh para donatur.

Sebanyak 11 relawan diterjunkan dalam aksi ini, terdiri dari delapan laki-laki dan tiga perempuan. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. (*)