BMA Dukung Bimbingan Pra Nikah dan Usia Nikah, Fokus Tekan Angka Perceraian di Aceh

BANDA ACEH45 Dilihat

Banda Aceh ( Inforakyataceh ) 13-09-2025 Baitul Mal Aceh memfasilitasi kegiatan Bimbingan Pra Nikah untuk Calon Pengantin dan Bimbingan Usia Nikah dengan tema Membina Keluarga Islami, Meraih Sakinah Mawaddah Warahmah.

 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan) Aceh, diikuti 50 peserta yang terdiri dari calon pengantin dan masyarakat usia nikah dari Banda Aceh dan Aceh Besar, berlangsung 13-14 September di Aula Kanwil Kemenag Aceh.

 

Ketua Panitia, Dr. Khairuddin, menyampaikan, kegiatan ini dilatarbelakangi meningkatnya angka perceraian dari tahun ke tahun. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman pasangan dalam mengelola rumah tangga.

 

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membekali calon pengantin dengan ilmu agama, kesehatan, dan psikologi keluarga, sehingga mampu membina keluarga Islami yang harmonis dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menekan angka perceraian dengan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai hak dan kewajiban suami istri.

 

Kegiatan ini terselenggara berkat fasilitasi, dukungan, dan kerja sama BMA yang memberikan bantuan dana dari sumber zakat senif fiisabilillah. Panitia menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap penguatan ketahanan keluarga.

 

Selain bimbingan, turut dilaksanakan Pelantikan BP4 Kota Banda Aceh yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan penasihatan, pembinaan, dan pelestarian perkawinan di masyarakat.

 

Panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Kementerian Agama yang menyampaikan kebijakan bimbingan perkawinan, Ketua BP4 Provinsi dengan materi fikih munakahat dan solusi konflik keluarga, Dinas Kesehatan terkait kesehatan keluarga, dokter dengan materi kesehatan reproduksi, serta psikolog yang membahas pemahaman karakter pasangan.

 

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi program rutin agar lahir keluarga-keluarga Islami yang tangguh di Aceh,” tutup Dr. Khairuddin. (Sayed M. Husen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *